Sembuhkan asam Urat Suami,Kewalahan Penuhi Permintaan
Didasari kecintaan dan Hobi bercocok tanam,Widi Astutik mulai mencoba mengembangkan budidaya tanaman okra dengan impor benih dari Amerika Latin.Resign dari manajer perusahaan,ia fokus mengembangkan usaha budidaya okra.
ADI FAIZIN,Jember
SIANG itu,Widi Astutik masih sibuk mengepak bibit dan hasil sayuran okra miliknya.Kesibukan sebagai petani perempuan ini memang berbeda dibanding lima tahun lalu.Didasari oleh kecintaan dan hobi berlalu.Didasari oleh kecintaan dan hobi bercocok tanam.Widi mulai mengenal tanaman okra sejak empat tahun lalu.
Sejak muda,Widi memang sering menanam berbagai jenis tanaman di halaman rumahnya.'Saat itu saya penasaran dengan tanaman okra yang dibudidayakan oleh sebuah perusahaan pertanian di Jember ini.Kata teman sih,tidak bisa dimakan,tapi kok sampai di impor,"ujar widi saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di Rumahnya yang ada di Desa Rowotamtu,Kecamatan Rambipuji.
Setelah mencari informasi lewat internet,pada 2012,Widi mulai mengimpor benih okra dari Amerika Latin,lewat sebuah situs jual beli online internasional.Saat itu,ia merogoh kocek hingga Rp 250 ribu untuk mengimpor 20 benih okra.